Pidato Gaddafi: “Saatnya Tumbang Peradaban Putih”

Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi menyampaikan Pidato kenegaraan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H yang bertempat di jantung ibu kota, Tripoli (13/02/2011).

Acara agung yang dihadiri oleh ribuan simpatisan ini dimulai dengan shalat maghrib berjamaah di lapangan terbuka. Kemudian Jemaah seraya khidmat menyimak pidato Muammar Gaddafi (al-Muntashir billah, begitu para Jemaah menyematnya).

Dalam pidatonya, Pemimpin Kharismatikal itu menyuarakan dua poin penting. Pertama; mengingatkan kepada semua Jemaah tentang keautentikan agama Islam dan menjadikan Muhammad SAW teladan terakhir dengan al-Quran sebagai Risalah penutup. “Muhammad SAW adalah Nabi terakhir, Nabi yang namanya termaktub dalam Taurat dan Injil. Dan al-Quran menjadi Risalah terakhir, sebagai dustur kehidupan,” Jelas beliau. Read more…

Categories: Berita

Sarasehan KBRI: Dubes Singgung Tragedi Cikeusik

Duta Besar RI di Libya, Drs. Sanusi menyampaikan harapan masyarakat Indonesia di tanah air berupa keamanan, kedamaian dan kesejahteraan. Harapan itu disampaikan pada sambutan acara Sarasehan bareng delegasi Sufi (Jumat, 11/02/2011).
Sambutan itu muncul terkait kejadian penyerangan Jemaah Ahmadiyah yang terjadi di Kecamatan Cikeusik, Banten pada Minggu/ 06 Februari lalu.

Sarasehan yang dihadiri oleh para pemuka agama, Prof. Dr. Said Aqil dan juga Ust. M. Arifin Ilham beserta rombongan, mencuatkan ragam pertanyaan terkait kondisi tanah air terkini. Pak Aqil, dalam hal ini menyatakan pandangannya (sebagai ketua umum PBNU) “yang jelas penyerangan jemaah Ahmadiyah itu bukan dari Warga NU. NU kan lembut, lambangnya saja tak menandakan kekerasan sama sekali!!” Tegas beliau.

Beliau percaya bahwa konflik agama yang sempat menewaskan beberapa warga itu akan segera selesai dengan cara duduk bareng bersama Ormas dan juga pihak Pemerintah “konflik agama itu akan segera beres dan nggak perlu diperluas lagi,” ujarnya.

Categories: Berita

Sarasehan KBRI: “Mari Kita Bangun Masyarakat Madani, Berperadaban, Dan Sejahtera”

KBRI Libya mengadakan sarasehan bareng Delegasi Indonesia yang sempat dihadiri sekitar 100 orang. acara ini dihangatkan oleh Tausiah Prof. Dr. Said Aqil Siraj (Ketua Umum PBNU) dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. (11/02/2011).

Dalam Tausiahnya, beliau mengulas kembali Karakteristik Nabi Pilihan, Muhammad SAW.. “Karakteristik Rasul SAW sesungguhnya dicetak langsung dari wahyu Ilahi, yang Allah sendiri mendidiknya hingga memiliki karakteristik tak tertandingkan,” jelas beliau.. di sisi lain, tambah beliau “Rasul, di masa mudanya bukanlah pemuda populeris, kenapa? karena kepopuleritasan di zaman itu ada tiga bentuk; Penyanyi, Para Normal, dan Dukun.. sekali lagi Allah telah menjaga beliau dari ketiga sifat itu hingga tuduhan kaum jahiliyah yang mengatakan Nabi itu penyair, Nabi itu tukang sihir, sungguh ungkapan jahiliyah itu terbantahkan karena Allah langsung yang menjaganya dari tuduhan-tuduhan jahiliyah itu.”

Tausiah yang sarat lelucon itu mengajak audiens untuk bersama menerapkan risalah utama Rasul “Risalah Universal -al Quran- guna membangun Masyarakat yang Madani, Berperadaban, dan Sejahtera,”tutur beliau..

Categories: Berita

Warisan Mutiara Berkilau Pusaka

Awalnya aku tak mengerti kenapa sih para orang tua bersikeras mendesak anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan? Tertutama sekali bagi yang tinggal di pinggiran kota yang dominan lebih disibukkan dengan kehidupan desa yang seringkali hanya berkutat pada kesahajaan keluarga. Contoh rilnya “Aku” yang hanya bengong mengikuti perintah ayah sang penyabar yang bikin diri ini segan padanya.

“Pendidikan atau Ilmu itu lebih utama daripada Harta!”. Memang sih misalkan seorang anak lulusan SMA atau sejajarnya disediakan oleh orang tua uang sebesar Rp. 5 juta, pasti orang tua akan mengajukan agar uang itu dipergunakan untuk biaya Kuliah saja..yaa daripada untuk modal kerja yang barangkali anak sendiri pun belum tentu dapat mengelola uang dengan efesian, maka lebih baik untuk persediaan kuliah saja. Istilahnya “tidak mengapa uang yang ada buat modal kecerdasan dulu, toh insya Allah nanti ada penggantinya ketika kesuksesan tercapai!!”.

Bagi orang tua anak adalah segala-galanya, apalagi jika orang tua mampu secara maksimal mengasuhnya hingga tercukupi hak kecerdasan. “nak, kamu harus tetap melanjutkan jenjang sekolahmu!!,” ucapan itu yang terus terniang walau diri ini sadar akan finansial orang tua yang kurang memadahi. boro-boro untuk membiayai kuliahku nanti, untuk mencukupi keperluan sehari-hari saja sudah bersyukur. “ya Allah semoga engkau berikan kelapangan rizki kepada keluargaku,” doaku dalam hati. Read more…

Categories: Tulisan lepas

Alam Dibalik Tragedi

Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang Rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknnya melakukan kezaliman..( al-Qasas: 59)

Kuasa Ilahi
maha suci Allah yang telah menjadikan bumi ini sebagai hamparan bagi sekalian makhluk, Ia ciptakan langit sebagai atap yang dapat mengayomi manusia, Ia jadikan gegunungan sebagai tiang yang memberi kekuatan pada alam, tak cukup disitu Allah juga melengkapi alam raya ini dengan berbagai macam keindahan, mulai dari pepohonan yang menjulang, tumbuh-tumbuhan yang hijau menawan, kemudian Allah curahkan tetesan hujan dari langit agar segala yang ada dimuka bumi bisa bersemi dalam kesegaran.

Seluruh makhluk bersungkur tunduk bertasbih di hadapan Ilahi baik ucap maupun diam, baik nampak ataupun samar semuanya bersaksi atas keagungan Ilahi. Kesempurnaan apa lagi yang diinginkan oleh manusia! Bukankah segala yang menyamar di dunia ini Allah tundukkan untuk manusia, bukankah tumbuhan hijau, pepohonan menjulang memberikan faedah atas manusia!
Ketika perkara lebih di persempit pada kotak Negara Indonesia, maka akan kita sadari bahwa Indonesia merupakan Negara luar biasa. Negara yang dibalut dengan kesempurnaan, tercatat Indonesia merupakan sentral sumber pangan, baik yang dihasilkan dari bawah tanah ataupun yang di petik dari batang, ditambah lagi penduduk Indonesia mayoritas Muslim. Read more…

Categories: Dirosat

Libasut-Taqwa

Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan perhiasan bagimu. Tetapi pakaian Taqwa itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah,mudah-mudahan mereka ingat..(al-A’raf:26)

Khitab mulia yang Allah SWT tujukan kepada sekalian manusia tanpa terkecuali merupakan bukti akan kekuasaan Ilahi diatas segala “Rabbul ‘alamin” Tuhan semesta Alam. maka sangatlah wajar jika Allah SWT menyapa sekalian hamba-Nya dengan sentuhan Ilahi: wahai sekalian cucu Adam!
Bermula dari sejarah penciptaan Manusia, bahwa Allah SWT telah menciptakan manusia dari gumpalan tanah, yang kemudian terlahir menjadi sosok nyata dalam ruang kehidupan, hal itu merupakan bukti kemuliaan Allah yang lazim di syukuri oleh setiap hamba. Ditambah lagi kisah perjalanan penghulu kita Nabi Adam a.s yang Allah telah berikan kepadanya kemuliaan berupa kebahagiaan surgawi bersama bidadari jelita Hawa’, yang kemudian Allah turunkan kepadanya Libas (pakaian yang dapat menutup aurat), dan Risya’ (Perhiasan). Read more…

Categories: Dirosat

Jangan Titipkan Perjuangan Umat pada Pemerintah

Ustadz Didin Hafidhuddin/
Bagi saya, siapapun yang terpilih menjadi presiden, tak terlalu signifikan dalam upaya membangun umat. Karena membangun umat sangat tergantung pada kekuatan dan arah perjuangan kita sendiri. Di mana-mana yang namanya praktik kekuasaan selalu berorientasi pada ”netralitas” karena ingin merangkum semua pihak. Di negara-negara Arab pun yang hampir 100% Muslim, penguasannya selalu berada dalam dataran netral. Apalagi di negara kita, yang memiliki slogan Bhineka Tunggal Ika. Read more…

Categories: Cuplikan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.